Garissulteng.com – Pohuwato, –Kesabaran masyarakat Desa Yipilo, Kecamatan Wanggarasi, Kabupaten Pohuwato resmi habis.
Barisan pemuda dan masyarakat menyatakan sikap terbuka: jabatan kepala desa tidak boleh menjadi tempat berlindung bagi oknum yang diduga mencoreng kehormatan publik melalui skandal moral.
Seruan aksi besar selama 27–30 Maret 2026 adalah sinyal keras bahwa rakyat tidak lagi percaya pada penyelesaian diam-diam di belakang meja.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ini bukan lagi isu bisik-bisik kampung.
Ini sudah menjadi tamparan terbuka terhadap wibawa pemerintahan desa di hadapan masyarakat luas.
Masyarakat menilai, ketika seorang kepala desa diduga terseret skandal perselingkuhan, maka yang dipertaruhkan bukan sekadar nama pribadi – tetapi kehormatan institusi pemerintah desa.
Jika pemerintah kabupaten memilih diam, maka publik berhak mempertanyakan: sedang dilindungi siapa dan untuk kepentingan apa?
Gelombang kemarahan warga kini bergerak ke arah yang lebih tegas.
Massa memastikan akan mendatangi Kantor Bupati Pohuwato, DPRD Pohuwato, dan Polres Pohuwato sebagai bentuk tekanan langsung agar persoalan ini tidak dipetieskan.
Mereka menolak praktik “tunggu reda sendiri” yang selama ini sering terjadi dalam banyak kasus pejabat desa bermasalah.
Lebih keras lagi, masyarakat menegaskan bahwa diamnya pemerintah hari ini berpotensi dibaca sebagai bentuk pembiaran terhadap dugaan krisis moral aparatur desa.
Jika tidak ada langkah evaluasi serius dan transparan, maka publik berhak menilai pemerintah daerah gagal menjaga marwah birokrasi di tingkat paling bawah.
Gerakan rakyat Yipilo juga memperingatkan:
jangan sampai jabatan publik berubah menjadi tameng untuk menutup dugaan perilaku yang mencederai kepercayaan masyarakat.
Karena ketika kepercayaan runtuh, legitimasi kepemimpinan ikut runtuh.
Pesan massa aksi sangat jelas dan tidak lagi diplomatis:
Copot jika terbukti bermasalah.
Evaluasi jika masih ada integritas.
Tapi jangan diam jika ingin tetap dipercaya rakyat.
Jika tuntutan ini tetap diabaikan, masyarakat Yipilo memberi sinyal kuat bahwa aksi tidak akan berhenti pada satu gelombang saja.
Tekanan publik akan terus diperbesar sampai ada langkah nyata dari pemerintah daerah.
Ini bukan sekadar aksi.
Ini peringatan terbuka bahwa rakyat tidak lagi mau dipimpin oleh kepemimpinan yang diduga kehilangan kompas moral.
#garis sulteng_







