Meledak! Rakyat Yipilo Siap Gempur Pemkab Pohuwato: Desak Copot Kades Terkait Dugaan Skandal Bahugel, Jangan Biarkan Jabatan Jadi Perisai Amoralitas

- Penulis

Rabu, 25 Maret 2026 - 20:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garissulteng.com – Pohuwato, –Kesabaran masyarakat Desa Yipilo, Kecamatan Wanggarasi, Kabupaten Pohuwato resmi habis.

Barisan pemuda dan masyarakat menyatakan sikap terbuka: jabatan kepala desa tidak boleh menjadi tempat berlindung bagi oknum yang diduga mencoreng kehormatan publik melalui skandal moral.

Seruan aksi besar selama 27–30 Maret 2026 adalah sinyal keras bahwa rakyat tidak lagi percaya pada penyelesaian diam-diam di belakang meja.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ini bukan lagi isu bisik-bisik kampung.

Ini sudah menjadi tamparan terbuka terhadap wibawa pemerintahan desa di hadapan masyarakat luas.

Masyarakat menilai, ketika seorang kepala desa diduga terseret skandal perselingkuhan, maka yang dipertaruhkan bukan sekadar nama pribadi – tetapi kehormatan institusi pemerintah desa.

Jika pemerintah kabupaten memilih diam, maka publik berhak mempertanyakan: sedang dilindungi siapa dan untuk kepentingan apa?

Gelombang kemarahan warga kini bergerak ke arah yang lebih tegas.

Massa memastikan akan mendatangi Kantor Bupati Pohuwato, DPRD Pohuwato, dan Polres Pohuwato sebagai bentuk tekanan langsung agar persoalan ini tidak dipetieskan.

Mereka menolak praktik “tunggu reda sendiri” yang selama ini sering terjadi dalam banyak kasus pejabat desa bermasalah.

Baca Juga:  Kabupaten Buol Peringkat Pertama Indeks SPBE Se-Sulawesi Tengah 2025, Bukti Transformasi Digital Berjalan Optimal

Lebih keras lagi, masyarakat menegaskan bahwa diamnya pemerintah hari ini berpotensi dibaca sebagai bentuk pembiaran terhadap dugaan krisis moral aparatur desa.

Jika tidak ada langkah evaluasi serius dan transparan, maka publik berhak menilai pemerintah daerah gagal menjaga marwah birokrasi di tingkat paling bawah.

Gerakan rakyat Yipilo juga memperingatkan:
jangan sampai jabatan publik berubah menjadi tameng untuk menutup dugaan perilaku yang mencederai kepercayaan masyarakat.

Karena ketika kepercayaan runtuh, legitimasi kepemimpinan ikut runtuh.

Pesan massa aksi sangat jelas dan tidak lagi diplomatis:
Copot jika terbukti bermasalah.

Evaluasi jika masih ada integritas.

Tapi jangan diam jika ingin tetap dipercaya rakyat.

Jika tuntutan ini tetap diabaikan, masyarakat Yipilo memberi sinyal kuat bahwa aksi tidak akan berhenti pada satu gelombang saja.

Tekanan publik akan terus diperbesar sampai ada langkah nyata dari pemerintah daerah.

Ini bukan sekadar aksi.

Ini peringatan terbuka bahwa rakyat tidak lagi mau dipimpin oleh kepemimpinan yang diduga kehilangan kompas moral.

#garis sulteng_

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garissulteng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SPBU Randangan Diduga Sarang Mafia BBM! Rakyat Menjerit, Aparat Jangan Tutup Mata!
Massa Aksi Desak Kapolda Gorontalo Tutup Tambang Ilegal Tibor 19, M. Fadli: “Kalau Tidak Mampu, Lebih Baik Mundur!”
“Tak Lagi Diam!” Posko Pengaduan Pekerja PROSPEK Hadir Di Buol, Buka Ruang Aman Ketidakadilan
Kasubag Protokol Pemkab Buol, Maknai Hardiknas 2026 sebagai Momentum Perkuat Pendidikan
Agus Salim Disebut di Balik Tambak Ilegal di Jantung Cagar Alam
Melalui RAT Perdana, Koperasi Duwamayo Tegaskan Komitmen Tata Kelola Transparan
Justice Delayed is Justice Denied: keadilan yang ditunda, Aliansi Yipilo siap Duduki Kantor Bupati pada aksi jilid V
Skandal Sunyi Cagar Alam Siduwonge: Penegakan Hukum Dipertanyakan
Berita ini 85 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:12 WITA

SPBU Randangan Diduga Sarang Mafia BBM! Rakyat Menjerit, Aparat Jangan Tutup Mata!

Senin, 25 Mei 2026 - 19:37 WITA

Massa Aksi Desak Kapolda Gorontalo Tutup Tambang Ilegal Tibor 19, M. Fadli: “Kalau Tidak Mampu, Lebih Baik Mundur!”

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:27 WITA

“Tak Lagi Diam!” Posko Pengaduan Pekerja PROSPEK Hadir Di Buol, Buka Ruang Aman Ketidakadilan

Jumat, 1 Mei 2026 - 23:36 WITA

Kasubag Protokol Pemkab Buol, Maknai Hardiknas 2026 sebagai Momentum Perkuat Pendidikan

Selasa, 28 April 2026 - 18:43 WITA

Agus Salim Disebut di Balik Tambak Ilegal di Jantung Cagar Alam

Berita Terbaru