Menuju Satu Data Indonesia, Pemkab Buol Tingkatkan Kapasitas Statistik OPD melalui Workshop 2026

- Penulis

Rabu, 1 April 2026 - 19:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garissulteng.com – Buol, Pemerintah Kabupaten Buol bersama BPS Buol melaksanakan Workshop Pembinaan Statistik Sektoral Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat Bappeda Kabupaten Buol, Selasa 31 Maret 2026.

Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Buol Moh. Yamin Rahim, jajaran pejabat daerah, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta insan pers dengan total peserta sekitar 60 orang.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Susilawati selaku Ketua Tim Statistik Sosial, Siti Setianingsih Ketua Tim Pembinaan Statistik Sektoral, Abdullah AS. Mangge Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Buol, serta sejumlah pejabat OPD lainnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Buol yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Kominfo Abdullah AS. Mangge, S.Ag., M.Si menegaskan bahwa workshop ini merupakan langkah penting dalam memperkuat tata kelola data daerah, sejalan dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia.

“Pemerintah daerah dituntut untuk menghasilkan data yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas seluruh produsen data di lingkungan OPD,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan ini memfokuskan pada tiga pilar utama, yakni identifikasi kegiatan statistik sektoral, penguatan kelembagaan statistik, serta evaluasi penyelenggaraan statistik sektoral (EPSS).

Melalui identifikasi yang tepat, setiap OPD diharapkan mampu memetakan data yang dihasilkan secara jelas dan terstandar, sehingga tidak terjadi tumpang tindih data.

Baca Juga:  Jaga Kekhusyukan Ramadan 1447 H, Wakil Bupati Buol Hadiri Apel Siaga Kamtibmas Bersama Kapolres

Sementara itu, penguatan kelembagaan statistik menitikberatkan pada kolaborasi lintas instansi, termasuk Bappeda sebagai koordinator, BPS sebagai pembina, dan Diskominfo sebagai walidata.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Buol Moh. Yamin Rahim dalam sambutannya menekankan pentingnya pembinaan statistik sektoral sebagai upaya peningkatan kualitas data yang dihasilkan oleh OPD.

Menurutnya, statistik sektoral bukan sekadar angka, melainkan mencakup seluruh proses pengelolaan data mulai dari perencanaan, pengumpulan, pengolahan, hingga diseminasi.

“Seluruh perangkat daerah memiliki tanggung jawab data yang spesifik sesuai tugas dan fungsi masing-masing.

Data tersebut harus terintegrasi dalam satu sistem melalui kebijakan Satu Data Indonesia,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan sejumlah tantangan yang masih dihadapi, seperti perbedaan data antar instansi, data yang belum diperbarui secara berkala, serta belum optimalnya pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan data. Ia menambahkan bahwa ke depan, kualitas data akan menjadi indikator utama keberhasilan kinerja pemerintah daerah.

“Pengelolaan statistik sektoral harus menjadi prioritas, bukan sekadar pelengkap administrasi,” ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi SDM pengelola data di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buol, sehingga perencanaan pembangunan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran dan berbasis data yang valid.

#garis sulteng_

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garissulteng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Buol Ambil Peran di Rakor Nasional: Kendalikan Inflasi, Sukseskan Program 3 Juta Rumah
Babinsa Turun ke Sawah, Wujud Nyata TNI Dukung Ketahanan Pangan Nasional di Tolitoli
Aktivis Mahasiswa Kembali Desak Propam dan Kapolda Gorontalo Usut Tuntas Dugaan Keterlibatan Oknum AKBP dalam Aktivitas PETI di Boalemo
RAPBD 2025 Dibahas, DPRD Buol Soroti Efisiensi Anggaran dan Kepentingan Rakyat
SPMB Dipertanyakan, Sistem Zonasi Dinilai Kehilangan Makna Jika Siswa Dalam Zona Tersingkirkan
DUGAAN PENARIKAN PAKSA EXCAVATOR MELALUI TIPU MUSLIHAT,KANTOR HUKUM MATEKA & ASSOCIATES SIAPKAN LANGKAH HUKUM TERHADAP PERUSAHAAN PEMBIAYAAN DAN OKNUM ANGGOTA TNI
Tanggapi Pernyataan Sayutin Budianto, Mahasiswa Parimo di Gorontalo: Kehadiran Bupati Solusi Jangka Panjang, Penanganan Bencana Tetap Berjalan
Aliansi Peduli Kemanusiaan Kembali Bersuara: Tantang Kapolda Gorontalo Tuntaskan Dugaan Peti Tibor 19
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 17:39 WITA

Buol Ambil Peran di Rakor Nasional: Kendalikan Inflasi, Sukseskan Program 3 Juta Rumah

Minggu, 5 Juli 2026 - 17:34 WITA

Babinsa Turun ke Sawah, Wujud Nyata TNI Dukung Ketahanan Pangan Nasional di Tolitoli

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:51 WITA

Aktivis Mahasiswa Kembali Desak Propam dan Kapolda Gorontalo Usut Tuntas Dugaan Keterlibatan Oknum AKBP dalam Aktivitas PETI di Boalemo

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:33 WITA

RAPBD 2025 Dibahas, DPRD Buol Soroti Efisiensi Anggaran dan Kepentingan Rakyat

Minggu, 28 Juni 2026 - 14:38 WITA

SPMB Dipertanyakan, Sistem Zonasi Dinilai Kehilangan Makna Jika Siswa Dalam Zona Tersingkirkan

Berita Terbaru