Fikriawan: Ini Bukan Salah Biasa! Kasat Lantas Gorontalo Harus Dicopot, Kapolres Wajib Usut Tuntas, jangan di biasakan

- Penulis

Jumat, 10 April 2026 - 21:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garissulteng.com – Gorontalo, Ketua Komisariat GMNI Education FIP UNG, sekaligus aktivis, Fikriawan J. Lupoyo, mengecam keras dugaan ketidakprofesionalan oknum anggota Lalu Lintas (Lantas) Kota Gorontalo dalam penanganan insiden di Jalan HB Jassin.

Fikriawan menilai, simpang siur informasi yang berkembang bukan sekadar kekeliruan biasa, melainkan indikasi adanya upaya pembentukan opini publik yang menyesatkan.

Hal ini, menurutnya, merupakan bentuk kemunduran serius dalam integritas aparat penegak hukum.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini tidak bisa dianggap sepele.

Ketika informasi yang beredar tidak sesuai fakta, maka itu adalah bentuk pembodohan publik.

Aparat seharusnya memberi contoh transparansi, bukan justru menciptakan kebingungan,” tegasnya.

Ia secara terang-terangan meminta klarifikasi langsung dari Kasat Lantas Kota Gorontalo atas polemik yang terjadi.

Menurutnya, pimpinan tidak boleh bungkam di tengah krisis kepercayaan publik.

“Saya minta Kasat Lantas segera keluar memberikan klarifikasi terbuka.

Jangan bersembunyi di balik diamnya institusi. Ini menyangkut kredibilitas dan kepercayaan masyarakat,” ujarnya.

Lebih jauh, Fikriawan juga meminta Kapolres Gorontalo Kota untuk turun tangan dan mengusut tuntas persoalan ini tanpa pandang bulu.

Baca Juga:  Bupati Buol H. Risharyudi Triwibowo Resmikan Layanan Darurat 112, Perkuat Respon Cepat Daerah

Ia menegaskan bahwa setiap dugaan pelanggaran harus dibuka secara terang benderang.

“Kapolres harus bertindak tegas. Usut tuntas sampai ke akar, jangan ada yang ditutup-tutupi. Jika terbukti ada pelanggaran, berikan sanksi tegas.

Hukum tidak boleh tajam ke bawah dan tumpul ke atas,” tegasnya lagi.

Sebagai bentuk sikap, Fikriawan bahkan memberikan “kartu merah” kepada Kasat Lantas Kota Gorontalo.

Ia menilai, dugaan kegagalan dalam membina dan mengawasi anggota adalah tanggung jawab langsung pimpinan.

“Kartu merah untuk Kasat Lantas.

Ini bentuk kegagalan dalam mengurus anak buah.

Jika tidak mampu menjaga profesionalitas dan marwah institusi, maka tidak ada alasan untuk tetap bertahan di jabatan tersebut,” pungkasnya.

Fikriawan menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa publik tidak boleh dibungkam dengan narasi yang tidak utuh, dan aparat penegak hukum wajib berdiri di atas kebenaran, bukan kepentingan.

#garis sulteng_

2 tanggapan untuk “Fikriawan: Ini Bukan Salah Biasa! Kasat Lantas Gorontalo Harus Dicopot, Kapolres Wajib Usut Tuntas, jangan di biasakan”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garissulteng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Haruskah Mabes Polri Turun Tangan? Dugaan PETI dan Kerusakan Hutan Bodi Jadi Sorotan, Aktivis M. Fadli Pertanyakan Ketegasan Aparat
Suara dari Buol Menggema! Organisasi Sipil Tolak IMF–Bank Dunia, Desak Keadilan bagi Petani dan Buruh Sawit
Dugaan Tekanan terhadap Warga Paleleh Berujung Laporan Propam, Apa Hasil Pemeriksaannya?
Dump Truck Tanpa Terpal Disorot, Aktivis Desak Pengawasan dan Penindakan Tegas
Antrean Puluhan Truk di SPBU Ulapato A Jadi Sorotan, Distribusi Solar Subsidi Dipertanyakan
ASN Poso Tempuh Jalur Hukum, Dugaan Pemalsuan BPKB Seret Anggota Polri dan Oknum Wartawan
DUA INSIDEN KEBAKARAN JNE DALAM KURANG DARI SATU BULAN, PENGACARA SOROTI SOP DAN KEPASTIAN BPKB PENGGANTI
Buol Ambil Peran di Rakor Nasional: Kendalikan Inflasi, Sukseskan Program 3 Juta Rumah
Berita ini 105 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:32 WITA

Haruskah Mabes Polri Turun Tangan? Dugaan PETI dan Kerusakan Hutan Bodi Jadi Sorotan, Aktivis M. Fadli Pertanyakan Ketegasan Aparat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:01 WITA

Suara dari Buol Menggema! Organisasi Sipil Tolak IMF–Bank Dunia, Desak Keadilan bagi Petani dan Buruh Sawit

Rabu, 7 Oktober 2026 - 01:21 WITA

Dugaan Tekanan terhadap Warga Paleleh Berujung Laporan Propam, Apa Hasil Pemeriksaannya?

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:05 WITA

Dump Truck Tanpa Terpal Disorot, Aktivis Desak Pengawasan dan Penindakan Tegas

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:27 WITA

Antrean Puluhan Truk di SPBU Ulapato A Jadi Sorotan, Distribusi Solar Subsidi Dipertanyakan

Berita Terbaru