Tanggapi Pernyataan Sayutin Budianto, Mahasiswa Parimo di Gorontalo: Kehadiran Bupati Solusi Jangka Panjang, Penanganan Bencana Tetap Berjalan

- Penulis

Senin, 22 Juni 2026 - 22:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garissulteng.com – Parigi Moutong –  Supri yang merupakan Mahasiswa Parigi Moutong (Parimo) yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi di Gorontalo angkat bicara mengenai dinamika politik di kampung halaman.

Supri menyayangkan pernyataan Wakil Ketua DPRD Parimo, Sayutin Budianto, yang mengkritik keberangkatan Bupati Parimo ke Gorontalo.

Supri menilai kritik tersebut tidak objektif dan cenderung mengabaikan kepentingan masa depan daerah yang lebih besar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mahasiswa Parimo di Gorontalo itu menegaskan bahwa kehadiran Bupati di Gorontalo mengemban dua agenda luar biasa penting yang tidak bisa diwakilkan.

Agenda tersebut adalah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Beasiswa Afirmasi Kedokteran bersama Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dan menghadiri pembukaan Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (PENAS KTNA) XVII 2026.

“Krisis dokter spesialis dan tenaga medis di wilayah Parimo adalah bencana laten yang sudah merugikan masyarakat selama bertahun-tahun.

Kehadiran fisik Bupati untuk menandatangani MoU Beasiswa Kedokteran di UNG adalah solusi nyata yang kami tunggu-tunggu.

Secara aturan, dokumen kerja sama antarlembaga ini wajib ditandatangani langsung oleh Kepala Daerah agar memiliki kekuatan hukum.

Menundanya sama saja dengan menghanguskan kuota emas anak daerah untuk menjadi dokter,” tegas Supri.

Selain masalah kesehatan, Supri juga menyoroti urgensi kehadiran Bupati pada ajang PENAS XVII yang dibuka langsung oleh Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dan Menteri Pertanian.

Sebagai daerah agraris yang sektor pertaniannya kerap terdampak banjir bandang, kehadiran fisik Bupati sangat strategis untuk melakukan diplomasi politik anggaran ke pemerintah pusat guna menjemput bantuan alsintan, benih, dan dana pemulihan pascabencana.

Baca Juga:  RAT KDMP Desa Rantemaranu Tahun Buku 2025 Perkuat Transparansi dan pergantian Pengurus Baru

Mengenai kekhawatiran kelumpuhan birokrasi di tengah status tanggap darurat bencana, Supri menilai opini tersebut terlalu berlebihan.

Sistem komando penanganan bencana di Parimo tetap berjalan optimal.

Tim teknis BPBD, Dinas Sosial, dan dinas terkait tetap bersiaga penuh, serta penyaluran logistik darurat kepada warga terdampak tetap bisa berjalan lancar di bawah kendali teknis Sekretaris Daerah selaku Kepala BPBD ex-officio.

“Kita hidup di era digital, koordinasi dan pengambilan keputusan strategis seperti pencairan Belanja Tidak Terduga (BTT) bisa dilakukan kapan saja melalui tanda tangan elektronik.

Jarak Gorontalo dan Parimo juga sangat dekat secara geografis,” tambahnya.

Supri yg merupakan Mahasiswa Parimo di Gorontalo meminta semua elite politik di Parimo, termasuk pihak legislatif, untuk menghentikan kegaduhan yang tidak perlu di tengah situasi duka masyarakat.

Mahasiswa mengimbau agar semua pihak bersatu mendukung kerja multitasking pemerintah daerah: menyelesaikan kedaruratan jangka pendek di lapangan hari ini, sembari mengamankan masa depan SDM kesehatan dan ketahanan pangan Parigi Moutong untuk jangka panjang.

“Di tengah duka masyarakat yg terdampak bencana, dan pengamanan masa Depan SDM kesahatan dan ketahanan pangan untuk jangka panjang, sangat miris rasanya jika pemerintah daerah hanya saling mencari celah kesalahan.

Berbenah, berkolaborasi dalam pembangunan lebih penting.” Tutup supri.

#garis sulteng_

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garissulteng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Buol Ambil Peran di Rakor Nasional: Kendalikan Inflasi, Sukseskan Program 3 Juta Rumah
Babinsa Turun ke Sawah, Wujud Nyata TNI Dukung Ketahanan Pangan Nasional di Tolitoli
Aktivis Mahasiswa Kembali Desak Propam dan Kapolda Gorontalo Usut Tuntas Dugaan Keterlibatan Oknum AKBP dalam Aktivitas PETI di Boalemo
RAPBD 2025 Dibahas, DPRD Buol Soroti Efisiensi Anggaran dan Kepentingan Rakyat
SPMB Dipertanyakan, Sistem Zonasi Dinilai Kehilangan Makna Jika Siswa Dalam Zona Tersingkirkan
DUGAAN PENARIKAN PAKSA EXCAVATOR MELALUI TIPU MUSLIHAT,KANTOR HUKUM MATEKA & ASSOCIATES SIAPKAN LANGKAH HUKUM TERHADAP PERUSAHAAN PEMBIAYAAN DAN OKNUM ANGGOTA TNI
Aliansi Peduli Kemanusiaan Kembali Bersuara: Tantang Kapolda Gorontalo Tuntaskan Dugaan Peti Tibor 19
TRANSPARANSI ISTY BEHEL GORONTALO: PUBLIK BERHAK TAHU SIAPA DOKTER GIGI YANG BERTANGGUNG JAWAB
Berita ini 90 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 17:39 WITA

Buol Ambil Peran di Rakor Nasional: Kendalikan Inflasi, Sukseskan Program 3 Juta Rumah

Minggu, 5 Juli 2026 - 17:34 WITA

Babinsa Turun ke Sawah, Wujud Nyata TNI Dukung Ketahanan Pangan Nasional di Tolitoli

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:51 WITA

Aktivis Mahasiswa Kembali Desak Propam dan Kapolda Gorontalo Usut Tuntas Dugaan Keterlibatan Oknum AKBP dalam Aktivitas PETI di Boalemo

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:33 WITA

RAPBD 2025 Dibahas, DPRD Buol Soroti Efisiensi Anggaran dan Kepentingan Rakyat

Minggu, 28 Juni 2026 - 14:38 WITA

SPMB Dipertanyakan, Sistem Zonasi Dinilai Kehilangan Makna Jika Siswa Dalam Zona Tersingkirkan

Berita Terbaru