Serapan Beras Bulog Tinggi, Mentan: Buka Peluang Ekspor

- Penulis

Rabu, 4 Februari 2026 - 14:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mentan/Bapanas Andi Amran Sulaiman (Foto: Dokumentasi/Biro Humas Kementan)

i

Mentan/Bapanas Andi Amran Sulaiman (Foto: Dokumentasi/Biro Humas Kementan)

JAKARTA, Garissulteng.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan, Indonesia berpeluang membantu negara sahabat yang membutuhkan pasokan beras. Peluang tersebut menguat seiring serapan beras Perum Bulog yang dilaporkan melonjak tajam pada awal 2026.

Amran mengatakan lonjakan serapan menunjukkan kapasitas produksi dan stok nasional berada dalam kondisi kuat. Menurutnya, dengan laju serapan yang stabil, Indonesia tidak hanya mampu mengamankan kebutuhan dalam negeri.

“Kalau ini bertahan dan konstan, insya Allah kita bisa menyuplai negara sahabat. Terutama yang membutuhkan beras,” ucap Amran dalam rilis resmi Bapannas, di Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Data Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat serapan setara beras dari produksi dalam negeri mencapai sekitar 112 ribu ton. Capaian tersebut meningkat lebih dari 700 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada awal 2025, realisasi serapan hanya berada di kisaran 14 ribu ton. Lonjakan ini menjadi capaian tertinggi awal tahun dalam lima tahun terakhir.

Amran menegaskan peningkatan serapan merupakan hasil kebijakan pemerintah yang berpihak pada petani. Negara hadir langsung menyerap hasil panen untuk menjaga harga dan memperkuat cadangan pangan.

Langkah ini juga ditujukan memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog. Cadangan tersebut menjadi instrumen utama stabilisasi pangan nasional.

Peningkatan serapan sejalan dengan proyeksi produksi beras nasional yang terus menguat. Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan produksi beras Januari hingga Maret 2026 mencapai 10,16 juta ton.

Baca Juga:  M.Fadli Pertanyakan Kesiapan IPAL RS Siti Khadijah Kota Gorontalo Jelang Perubahan Status Dari RSK Menjadi RS Umum

Produksi tersebut meningkat sekitar 1,39 juta ton dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kondisi ini memperkuat keyakinan pemerintah terhadap ketahanan pangan nasional.

Untuk mendukung akselerasi produksi dan serapan, pemerintah menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 kementerian dan lembaga. SKB tersebut mengatur penugasan BUMN pangan dalam penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah 2026.

Salah satu mandat utama dalam kebijakan tersebut adalah penugasan pengadaan cadangan beras sebesar 4 juta ton. Prioritas diberikan pada pembelian hasil produksi dalam negeri.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan komitmen perusahaan menjalankan mandat tersebut. Bulog memaksimalkan penyerapan gabah kering panen dari petani.

“Per 2 Februari 2026, realisasi pengadaan dalam negeri mencapai 112.032 ton setara beras,” kata Rizal. Bulog juga mengoptimalkan tim jemput pangan dengan dukungan TNI, Polri, dan penyuluh pertanian.

Langkah ini untuk memastikan serapan gabah sesuai usia panen. Sementara itu, harga gabah di tingkat petani terpantau stabil dan menguntungkan.

Rata‑rata harga gabah kering panen berada di atas Harga Pembelian  Pemerintah menilai kondisi ini mencerminkan keseimbangan antara produksi, serapan, dan harga, sehingga mulai memiliki ruang memainkan peran lebih luas di kawasan. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garissulteng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Haruskah Mabes Polri Turun Tangan? Dugaan PETI dan Kerusakan Hutan Bodi Jadi Sorotan, Aktivis M. Fadli Pertanyakan Ketegasan Aparat
Suara dari Buol Menggema! Organisasi Sipil Tolak IMF–Bank Dunia, Desak Keadilan bagi Petani dan Buruh Sawit
Dugaan Tekanan terhadap Warga Paleleh Berujung Laporan Propam, Apa Hasil Pemeriksaannya?
Dump Truck Tanpa Terpal Disorot, Aktivis Desak Pengawasan dan Penindakan Tegas
Antrean Puluhan Truk di SPBU Ulapato A Jadi Sorotan, Distribusi Solar Subsidi Dipertanyakan
ASN Poso Tempuh Jalur Hukum, Dugaan Pemalsuan BPKB Seret Anggota Polri dan Oknum Wartawan
DUA INSIDEN KEBAKARAN JNE DALAM KURANG DARI SATU BULAN, PENGACARA SOROTI SOP DAN KEPASTIAN BPKB PENGGANTI
Buol Ambil Peran di Rakor Nasional: Kendalikan Inflasi, Sukseskan Program 3 Juta Rumah
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:32 WITA

Haruskah Mabes Polri Turun Tangan? Dugaan PETI dan Kerusakan Hutan Bodi Jadi Sorotan, Aktivis M. Fadli Pertanyakan Ketegasan Aparat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:01 WITA

Suara dari Buol Menggema! Organisasi Sipil Tolak IMF–Bank Dunia, Desak Keadilan bagi Petani dan Buruh Sawit

Rabu, 7 Oktober 2026 - 01:21 WITA

Dugaan Tekanan terhadap Warga Paleleh Berujung Laporan Propam, Apa Hasil Pemeriksaannya?

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:05 WITA

Dump Truck Tanpa Terpal Disorot, Aktivis Desak Pengawasan dan Penindakan Tegas

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:27 WITA

Antrean Puluhan Truk di SPBU Ulapato A Jadi Sorotan, Distribusi Solar Subsidi Dipertanyakan

Berita Terbaru