Belanja Makan Minum Rp155 Juta Puskesmas Kota Utara Tak Wajar, M. Fadli Desak Kepala Puskesmas Bertanggung Jawab

- Penulis

Senin, 23 Februari 2026 - 12:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garissulteng.com – Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) di Puskesmas Kota Utara kembali menuai sorotan.

Realisasi belanja makan minum rapat sebesar Rp155.878.000 dinilai tidak dapat diyakini kewajarannya.

Temuan menunjukkan adanya selisih antara harga riil makanan dengan harga dalam nota pertanggungjawaban.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fakta ini bukan sekadar persoalan administrasi, melainkan menyangkut integritas penggunaan dana negara.

Lebih jauh, penyedia mengakui adanya kelebihan pembayaran.

Namun hingga kini tidak terdapat bukti pengembalian dalam bentuk uang tunai yang dapat dipertanggungjawabkan secara sah.

Aktivis Gorontalo, M. Fadli, menegaskan bahwa kondisi ini tidak bisa dianggap kelalaian biasa.

“Jika ada selisih harga dan penyedia mengakui kelebihan pembayaran, maka itu sudah cukup menjadi alarm serius.

Tanpa bukti pengembalian tunai yang jelas dan tercatat, publik patut menduga ada potensi kerugian negara,” tegas M. Fadli.

Menurutnya, sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Kepala Puskesmas Kota Utara tidak bisa melepaskan tanggung jawab.

Baca Juga:  Aktivitas Galian C di Desa Manungal Dipertanyakan, Aktivis Ancam Desak APH Turun Tangan

Setiap pengeluaran Dana BOK wajib melalui pengujian kewajaran harga dan verifikasi riil atas barang atau jasa yang dibayarkan.

“Jangan sampai pengawasan hanya berhenti pada tanda tangan dokumen.

Jika sistem kontrol internal lemah atau sengaja dilemahkan, maka itu bukan lagi sekadar administrasi, tapi bisa masuk pada dugaan penyalahgunaan kewenangan,” tambahnya.

M. Fadli juga mendesak agar Inspektorat dan aparat penegak hukum menelusuri alur pembayaran, memastikan apakah selisih tersebut benar-benar dikembalikan, kepada siapa, dan dalam mekanisme apa.

Dana BOK adalah anggaran untuk pelayanan kesehatan masyarakat.

Setiap rupiah yang tidak dapat dipertanggungjawabkan adalah bentuk pengkhianatan terhadap hak publik.

“Transparansi harus dibuka secara terang. Jika memang ada kelebihan bayar, tunjukkan bukti pengembaliannya. Jika tidak ada, maka harus ada pertanggungjawaban hukum,” tutup M. Fadli.

#garis sulteng_

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garissulteng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Buol Ambil Peran di Rakor Nasional: Kendalikan Inflasi, Sukseskan Program 3 Juta Rumah
Babinsa Turun ke Sawah, Wujud Nyata TNI Dukung Ketahanan Pangan Nasional di Tolitoli
Aktivis Mahasiswa Kembali Desak Propam dan Kapolda Gorontalo Usut Tuntas Dugaan Keterlibatan Oknum AKBP dalam Aktivitas PETI di Boalemo
RAPBD 2025 Dibahas, DPRD Buol Soroti Efisiensi Anggaran dan Kepentingan Rakyat
SPMB Dipertanyakan, Sistem Zonasi Dinilai Kehilangan Makna Jika Siswa Dalam Zona Tersingkirkan
DUGAAN PENARIKAN PAKSA EXCAVATOR MELALUI TIPU MUSLIHAT,KANTOR HUKUM MATEKA & ASSOCIATES SIAPKAN LANGKAH HUKUM TERHADAP PERUSAHAAN PEMBIAYAAN DAN OKNUM ANGGOTA TNI
Tanggapi Pernyataan Sayutin Budianto, Mahasiswa Parimo di Gorontalo: Kehadiran Bupati Solusi Jangka Panjang, Penanganan Bencana Tetap Berjalan
Aliansi Peduli Kemanusiaan Kembali Bersuara: Tantang Kapolda Gorontalo Tuntaskan Dugaan Peti Tibor 19
Berita ini 160 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 17:39 WITA

Buol Ambil Peran di Rakor Nasional: Kendalikan Inflasi, Sukseskan Program 3 Juta Rumah

Minggu, 5 Juli 2026 - 17:34 WITA

Babinsa Turun ke Sawah, Wujud Nyata TNI Dukung Ketahanan Pangan Nasional di Tolitoli

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:51 WITA

Aktivis Mahasiswa Kembali Desak Propam dan Kapolda Gorontalo Usut Tuntas Dugaan Keterlibatan Oknum AKBP dalam Aktivitas PETI di Boalemo

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:33 WITA

RAPBD 2025 Dibahas, DPRD Buol Soroti Efisiensi Anggaran dan Kepentingan Rakyat

Minggu, 28 Juni 2026 - 14:38 WITA

SPMB Dipertanyakan, Sistem Zonasi Dinilai Kehilangan Makna Jika Siswa Dalam Zona Tersingkirkan

Berita Terbaru