Tebang Pilih Pemberantasan PETI Gorontalo: Mengapa Hukum Garang di Pohuwato, tapi Melempem di Tibor 19?

- Penulis

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garissulteng.com – Gorontalo, Penegakan hukum atas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) oleh Polda Gorontalo belakangan ini menyisakan tanda tanya besar di benak publik.

Di satu sisi, kita melihat komitmen yang begitu berapi-api di wilayah barat, seperti Pohuwato dan Boalemo, di mana aparat gabungan sangat agresif menyita alat berat dan meratakan pondok tambang, Namun di sisi lain, ketegasan yang sama mendadak sirna ketika kamera hukum dihadapkan pada wilayah timur, khususnya di kawasan Titik Bor 19 (Tibor 19), Suwawa, Kabupaten Bone Bolango.

Kesenjangan penindakan ini memperkuat dugaan adanya praktik tebang pilih yang mencederai prinsip keadilan hukum (equality before the law).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengapa wilayah barat bisa dibersihkan seolah tanpa ampun, sementara jantung tambang ilegal di Bone Bolango dibiarkan terus berdenyut?

Kawasan Tibor 19 di Suwawa bukanlah nama baru dalam peta konflik lingkungan di Gorontalo.

Titik penambangan ini sudah berulang kali menjadi sorotan lantaran kerap memicu bencana ekologis hingga menelan korban jiwa akibat kecelakaan kerja dan longsor.

Namun, alih-alih ditutup total dengan barikade hukum yang ketat, aktivitas di sana terkesan terus berjalan di bawah bayang-bayang pembiaran.

Baca Juga:  TPP BUKAN HAK OTOMATIS, PJ SEKDA BUOL TEGASKAN DISIPLIN DAN KINERJA ASN JADI PENENTU

Kondisi ini wajar memicu kecurigaan publik: apakah ada kekuatan modal besar atau pengaruh “orang kuat” di belakang Tibor 19 yang membuat nyali penegak hukum menciut?

Jika penegakan hukum hanya berani menyasar para penambang tradisional di Pohuwato demi mencetak prestasi publikasi, tetapi menutup mata terhadap ancaman nyata di Bone Bolango, maka hukum di Gorontalo sedang mempertontonkan teater ketidakadilan.

Tragedi kemanusiaan yang berulang di Tibor 19 membuktikan bahwa pembiaran ini bukan lagi sekadar masalah administrasi atau ekonomi perut bumi, melainkan pengabaian terhadap keselamatan nyawa manusia.

Polda Gorontalo tidak boleh memelihara persepsi publik yang bias ini.

Standardisasi penindakan harus diberlakukan setara dari ujung barat hingga ujung timur provinsi.

Membersihkan PETI tidak boleh menggunakan kacamata parsial; jika Pohuwato bisa ditindak secara agresif, maka Tibor 19 dan jaringan mafia tambang di Bone Bolango juga harus dibongkar tanpa pengecualian.

Hukum harus tegak lurus, bukan malah tumpul ketika berhadapan dengan episentrum tambang galian tertentu.

#gobidik_

Oleh : M. Fadli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garissulteng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Buol Ambil Peran di Rakor Nasional: Kendalikan Inflasi, Sukseskan Program 3 Juta Rumah
Babinsa Turun ke Sawah, Wujud Nyata TNI Dukung Ketahanan Pangan Nasional di Tolitoli
Aktivis Mahasiswa Kembali Desak Propam dan Kapolda Gorontalo Usut Tuntas Dugaan Keterlibatan Oknum AKBP dalam Aktivitas PETI di Boalemo
RAPBD 2025 Dibahas, DPRD Buol Soroti Efisiensi Anggaran dan Kepentingan Rakyat
SPMB Dipertanyakan, Sistem Zonasi Dinilai Kehilangan Makna Jika Siswa Dalam Zona Tersingkirkan
DUGAAN PENARIKAN PAKSA EXCAVATOR MELALUI TIPU MUSLIHAT,KANTOR HUKUM MATEKA & ASSOCIATES SIAPKAN LANGKAH HUKUM TERHADAP PERUSAHAAN PEMBIAYAAN DAN OKNUM ANGGOTA TNI
Tanggapi Pernyataan Sayutin Budianto, Mahasiswa Parimo di Gorontalo: Kehadiran Bupati Solusi Jangka Panjang, Penanganan Bencana Tetap Berjalan
Aliansi Peduli Kemanusiaan Kembali Bersuara: Tantang Kapolda Gorontalo Tuntaskan Dugaan Peti Tibor 19
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 17:39 WITA

Buol Ambil Peran di Rakor Nasional: Kendalikan Inflasi, Sukseskan Program 3 Juta Rumah

Minggu, 5 Juli 2026 - 17:34 WITA

Babinsa Turun ke Sawah, Wujud Nyata TNI Dukung Ketahanan Pangan Nasional di Tolitoli

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:51 WITA

Aktivis Mahasiswa Kembali Desak Propam dan Kapolda Gorontalo Usut Tuntas Dugaan Keterlibatan Oknum AKBP dalam Aktivitas PETI di Boalemo

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:33 WITA

RAPBD 2025 Dibahas, DPRD Buol Soroti Efisiensi Anggaran dan Kepentingan Rakyat

Minggu, 28 Juni 2026 - 14:38 WITA

SPMB Dipertanyakan, Sistem Zonasi Dinilai Kehilangan Makna Jika Siswa Dalam Zona Tersingkirkan

Berita Terbaru